Senin, 22 November 2010

Rome Puzzle Download Free

Featured Free Games Download


Hot Free Games

10 Tipe Karakter Pria yang di sukai Wanita

10 Tipe Karakter Pria yang di sukai Wanita

Jika Sobat sedang proses pendekatan dengan seorang wanita kenali dulu tipe dan karakter anda agar mendapatkan respon dan sinyal yang baik dari sang pujaan hati. haha.. (Seperti lagu Kangen Band saja Pujaan Hati). Berikut 10 Tipe Karakter Pria yang di sukai Wanita :
1. Cowok Pengertian
Para cewek suka cowok yang pengertian karena mereka memang senang diperhatikan. Inget lagunya Ada Band yang "karena wanita ingin dimengerti kan?" naaah ternyata lagu itu emang bener banget. Cewek2 suka kalo punya cowok yang bisa mengerti diri mereka + segala keinginan mereka. Yuk mulai jadi cowok pengertian biar cewek2 nempel terus ama loe!

2. Cowok Setia
Wahai cowok2 yang suka selingkuh, sadarlah! Cewek2 kayaknya emang udah muak sama para "lelaki hidung belang". Cewek2 mau punya cowok yang setia sama mereka dan gak selingkuh. Setia itu penting untuk mengetahui seberapa besar cinta elo ke cewek dan seberapa besar elo bisa menjaga hati lo untuk gak berpaling ke cewek lain.

3. Cowok Baik
Cowok baik memang menyenangkan. Cewek2 senang dengan cowok baik karena cowok baik (katanya) bisa bersikap baik dan memperlakukan cewek dengan baik. Para cewek suka dengan cowok baik karena cowok baik bisa membuat mereka merasa terlindungi dan aman dalam kebaikan sang cowok. Cowok rebel emang keliatan cool, tapi menjadi cowok baik akan keliatan lebih cool.

4. Cowok Berbadan Tinggi
Bersyukurlah kalo elo dikaruniai tubuh tinggi menjulang karena ternyata para cewek "kesengsem" dengan para cowok tinggi. Selain alasan "cowok memang harus lebih tinggi dari cewek", para cewek suka cowok tinggi karena cowok tinggi keliatan lebih gimanaaa gitu (alah). Punya cowok berbadan tinggi membuat cewek2 terbantu kalau harus mengambil barang-barang di ketinggian yang mereka gak sampai (hehheh).

5. Cowok Humoris
Gak perlu lawakan kayak Tukul atau Eko Patrio buat bikin cewek-cewek suka sama lo. Cukup dengan sedikit tebakan konyol dan lawakan lucu elo bisa sukses menggaet hati mereka. Cowok humoris disukai cewek2 karena mereka bisa membuat cewek2 selalu senang dan segar dengan kekonyolan mereka. Cowok humoris juga disukain karena mereka selalu bisa bikin orang ketawa dan gak bikin orang bosan.

6. Cowok Friendly
Jadi cowok friendly = punya banyak kenalan cewek2 + disukain mereka! Percaya deh cewek2 gak suka sama cowok yg sok cool dan gak mau berbaur dengan orang lain.Cewek2 lebih suka cowok yang friendly dan sociable karena cowok friendly itu enak diajak berteman dan mungkin selanjutnya enak diajak pacaran! Mulai sekarang coba deh lebih friendly ke para cewek, pasti mereka akan lebih tertarik sama lo.

7. Cowok Gentle
Bukain pintu buat cewek, memberi tolong tanpa diminta, mendahulukan wanita, berani minta maaf dan mengakui kesalahan, dll. Banyak banget hal kecil yang bisa membuat seorang cowok menjadi terlihat gentle. Coba deh lo mulai untuk lebih care sama sekitar lo dan tunjukkan kalo elo bukan cowok "serampangan" yang gak punya perasaan.

8. Cowok Smart
Gak harus juara Olimpiade Sains, gak harus langganan juara kelas. Smart disini berarti elo bisa enak diajak ngobrol karena elo tau banyak hal. Cewek suka cowok yang tau banyak hal dengan wawasan luas. Cowok yang smart dan cerdas membuat cewek2 kagum. Mulai sekarang coba deh baca koran dan nonton berita di teve. Perkaya pengetahuan lo supaya terlihat smart dan menarik dimata cewek.

9. Cowok Jujur
Hei para pembohong bertobatlah sesegera mungkin. Gak ada orang yang suka dibohongin. Begitu pula dengan cewek2, mereka gak suka dengan cowok2 yang suka bohong. Kadang bohong memang mengasyikkan tapi percaya deh kebohongan pasti berujung dengan hal yang gak menyenangkan. Dengan bersikap jujur kita bukan hanya menjadi orang yg lebih baik, tapi sekaligus bisa membuat cewek2 suka dengan sifat jujur loe

10. Cowok Dewasa
Cowok itu harus dewasa dan gak boleh manja. Cowok manja itu banci, cowok manja itu bukan cowok sejati. Cewek2 suka cowok dewasa karena cowok dewasa bisa mengayomi cewek. Dengan pemikiran dan sikap yang dewasa kita bisa membuat cewek2 tertarik dengan kita, jadi mulailah bersikap dewasa dari sekarang.

Avatar : World of Pandora

Avatar of place on the planet Pandora, which control the development of human resources Administration (RDA) is the stripping of resources - many concerns Pandora native, blue-skinned Na'vi. Meanwhile, the RDA is set on a transfer of the human consciousness into the artificially created / vi The hybrid '-called avatars. You play as Ryder, the RDA in place as soon and found themselves (or she, if you choose a female persona) on one when he received the consequences of the destructive presence in her RDA. About one hour in the campaign, you will be forwarded to the choice: side with the RDA, or life as your avatar and take the opportunities Na'vi. However, no matter which way you are winding down, you will see a series of unmemorable characters, unexceptional voice actor who plays poorly written lines available without trace of enthusiasm or urgency.

More disappointingly responsibility, the knowledge of the nature of game avatars. Cutscenes suddenly, and as a memorial should carry weight, as the first time you come in for massive avatar blue body, which is presented without the slightest question. Your own character covers the same issues-facts approach, read the interview in a monotone, even as events suggest that most people do 'jaws drop. With few exceptions, people appear as resource-hungry fools, and reduced to monosyllabic native Na'vi stereotypes. And no matter who you align with dhruid, the soft end of the sequence to make you Wonder why you bothered to see the document through the story. It seems that a combination of Sci-fi and Fantasy conceptually solid, but the ideas of the treatment was so arrogant that it is impossible to care for the destiny of the world, from the people, and your own character.

You will not be more magic in the world of Avatar on the story, as though that is also conceptually similar to crowded, was also reduced by lack of energy. Pandora is the first look at a beautiful place, filled with lush foliage and filled with wild animals well and obedient. If you follow the route of RDA, the number of plant spewed toxic mĂșiche exhaust even scary to you now or over you with a powerful swipe leaves (in fact). An attractive environment in a way that most forests, and the scenery flying over the animal head and grumbling in the distant waterfall to make Pandora's beauty as well and was good. But over time, the environment loses allure. Dark green and dark green melted into one another, and the visual starting to feel heavy, which makes you long for a change of scenery. Some of the areas you visit provides a variety of acute need, but even so, the atmosphere grows tiresome and ultimately wears out its welcome.


Avatar's multiplayer modes aren't quite as useless as Conquest, letting up to 16 players compete in a variety of modes like Team Deathmatch, King of the Hill, and Capture the Flag. The multiplayer suite feel less like a throwaway than you might expect for a movie tie-in but the factions play so differently that weird imbalances become quickly apparent. A Na'vi player can crush an RDA player with a single swipe of his club, while an RDA player can jump in a mech suit and mow Na'vi down without much fuss. (Though oddly, the swarm of insects Na'vi players can unleash make short work of those big hunks of metal.) The factional differences make for some initially appealing variety, but the disparity is too great--and the basic mechanics too bland--to support long online sessions. The mechs don't feel heavy enough to make them fun to pilot, and the cavorting camera renders buggies as uncomfortable to drive in multiplayer sessions as they are in the campaign.

One of Avatar's main selling points is its use of 3D technology, so if you own a high-definition television equipped with stereoscopy, you may get a kick out of seeing Avatar pop out of your screen. Yet even if you're one of the few lucky enough to see the game this way, no TV yet has the capability of making James Cameron's Avatar: The Game play any better than it does. It's not a bad game, and portions of it are competent, if not quite remarkable. But Avatar wears thin quickly, and the story is too fragile to compensate for the deficiencies.



Way of the Samurai 3

Like soul of samurai, Way of the Samurai 3 is a unique action hybrid with role-playing elements that immerse you into the ancient world of the samurai. Its most distinctive feature is its interesting focus on cause-and-effect relationships, which it promotes by rewarding you for good behavior and punishing you for acts of reckless villainy. Unfortunately, the gameplay is complicated by an annoying camera and an occasionally sluggish frame rate, while repetitive combat and quests severely lessen your motivation to replay. Its core mechanics and interactivity options also remain primitive and outdated, culminating in a substandard samurai adventure.
The game opens in feudal Japan during the Sengoku era, with numerous warlords vying for territory. You're cast as a wandering samurai who stumbles into Amana, a once peaceful countryside torn apart by war. There are three main faction storylines to explore, with each being distinctly different and satisfying to unravel. There are plenty of townsfolk to interact with, and their witty dialogue can trigger subplot storylines that drive you to continue playing. The most intriguing aspect of Way of the Samurai 3 is its design as an open adventure that gives you total control over your destiny; you're completely free to join any faction or make a living out of beating villagers with sticks. The game capitalizes on a cause-and-effect mechanic, prompting you to perform certain actions during key moments, such as bowing in apology or sheathing your weapon. This makes something simple, such as drawing your sword, problematic because it has both immediate and unforeseen consequences. This also keeps the action enticing because it affects potential alliances and endings. It's disappointing that your interactive options are so limited and recycled from previous games, but this is still the franchise's most novel and exciting facet.


Combat is challenging, but its exacting nature is relentless and not for the impatient. A single slipup usually leads to death, which is frustrating when these mistakes are caused by elements out of your control, such as slowdown or the irritating camera. The game also starts slowly because it takes a good deal of time to finish jobs, unlock skills, and improve your weaponry before you can tackle major opponents. You'll also stumble across random cutthroats and ninjas that can finish you off in a single lucky strike, which is quite vexing for the unprepared.

You won't find breathtaking visuals in this samurai journey, but detailed feudal architecture dots the landscape. Decent texturing enriches buildings and pathways, but noticeable jagged edges and clipping create an unrefined aesthetic. Character models are less detailed and employ some ridiculous motions, though some of this is for comedic effect. The soundtrack is pleasantly tranquil, mixing modern elements with traditional Japanese instruments to impart a dramatic tone. Ambient noises--such as chirping birds and crickets--also work with the music to set a believable exploration backdrop. You can finish the game in less than 10 hours, but you'll spend three times as long unlocking everything and triggering all the different events and endings. However, limited areas and repetitive quests drastically undercut Way of the Samurai 3's replayability. Though the game's cause-and-effect focus is highly distinctive, its gameplay comprises mundane, barebones mechanics that seem almost archaic, while a troublesome camera and choppy frame rate further limits its appeal. Way of the Samurai 3 has its entertaining moments, but its lackluster next-generation debut provides little advancement over its predecessors.


20080611101237, Dibaca : 2287 Kali Share
Dalam seni percintaan, mencari pasangan yang cocok boleh dibilang susah-susah gampang. Terkadang perlu waktu lama untuk bisa berdampingan dengan pujaan hati. Ada juga yang baru berkenalan langsung cocok lalu memutuskan menikah. Jodoh tapi tak sedikit juga yang mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Jodoh memang ditangan Tuhan namun manusia wajib berusaha untuk mencari yang terbaik.
Bagi para pria, wanita memang sosok yang penuh misteri. Hatinya sedalam samudra, relung jiwanya begitu sulit diraba dan ditebak. Tapi jangan kuatir, jika ditelisik lebih jauh, sebetulnya banyak wanita yang berpandangan pragmatis dalam memilih pria. Ada yang memilih pria karena kejujurannya, meski ia tak punya harta. Adapula yang hanya melihat ketampanan fisik semata.
Nah, disini sedikitnya ada 6 jenis pria yang disukai wanita. Tentu jika mau, semua pria ingin memiliki 6 jenis ini sekaligus. Begitu pula wanita, tentu ingin memiliki pria yang masuk kedalam semua kategori. Soal rating, Anda sendiri yang menentukan, karena tulisan saya buat bukan untuk menentukan mana yang penting dan tidak penting.
  1. Jujur : Jujur termasuk sifat yang amat disukai wanita. Wanita mengharap banyak dari sifat ini, karena menimbulkan rasa nyaman bagi mereka. Parahnya, masih banyak wanita percaya sama rumus yang dibuat si Parjo, tetangga saya. Meski saya anggap ngawur, tapi saya rada percaya. Kata Parjo begini, delapan dari sepuluh pria adalah pembohong. Terlepas dari ngawur atau tidaknya omongan Parjo, kenyataannya memang demikian. Banyak wanita percaya bahwa pria jago bohong dalam urusan cinta. Kalo ndak percaya tanya saja sama Parjo.
  2. Pandai : Wanita menyukai pria pandai karena mereka ingin mendapatkan teman bicara yang nyambung, enggak tulalit,syukur- syukur bisa bantu nyusun skripsi. Menariknya, banyak pria pandai justru tidak pandai dalam urusan cinta. Jika begini, wanita-wanita yang pandai dalam urusan cinta akan senang sekali mendapat pria macam begini.
  3. Humoris : Ini dia..sifat pria yang sekarang banyak dicari wanita. Enggak percaya?lihat tuh pelawak-pelawak yang tampangnya pas-pasan dapatnya wanita cantik kan? Kata si Parjo tetangga saya yang sok tahu itu. Tapi benar juga, jika didalami, sifat humoris ini penting dalam menjalin hubungan. Wanita akan selalu merasa terhibur dan nyaman jika sang pria bisa membuat lelucon-lelucon ringan, seperti "Sayang,…selain si Maya, kamulah satu-satunya wanita pujaanku".
  4. Tanggung Jawab : Di dunia ini banyak sekali pria yang hanya mau menjawab tanpa mau menanggung. Tanggung jawab adalah unsur penting suatu hubungan. Bahkan jika ditelesur dari kodratnya, tanggung jawab menjadi harga mati bagi seorang pria. Dalam keluarga, pria adalah pemilik tanggung bukan sekedar jawab! kata Parjo mulai ngaco. Tanggung jawab adalah sikap teguh terhadap apa yang dipikul, diemban dan diayom. Ia harus berupa tindak nyata,bukan cuma omongan. Misal, bayari pacar makan bakso, nonton film, jalan-jalan dan belikan oleh-oleh buat calon mertua.
  5. Kaya : "Wong kalau yang namanya kaya, semua juga pengen Mas, bukan cuma dalam urusan cinta saja." kata parjo protes saat saya masukan kategori ini. Urusan kaya dan mapan berkaitan erat dengan dengan yang namanya masa depan. Ingat Jo, wanita jaman sekarang sudah banyak yang pintar melihat masa depan, masa depan harus dimulai dari sekarang. Jika sekarang sudah kelihatan kaya dan mapan, wanita mana yang tak senang. Parjo tetap protes. Saya tak peduli, wanita yang memilih pria kaya bagi saya sah-sah saja. Toh buat masa depan berdua juga kan?.
  6. Tampan : Kesempurnaan fisik memang menunjang dalam mencari calon pasangan. Ada wanita yang mementingkan hal ini, tapi tak sedikit juga yang mengabaikannya. Jadi bagi Anda yang tidak merasa ganteng, jangan kuatir. Berpasangan dengan pria tampan memang membanggakan, setidaknya bisa pamer ke teman-teman saat diundang resepsi. Dan memang pria tampan bisa untuk memperbaiki keturunan juga.Tapi bukan salah Ibu Anda, jika Anda dilahirkan tidak ganteng, ketampanan itu relatif sekali ukurannya. Parjo malah bilang, "Justru saya bersukur jadi lelaki jelek, karena istri saya tidak digosipin memelet saya".